Beranda/Prosedur Utama/Malrotasi
Malrotasi usus adalah kondisi bawaan (hadir sejak lahir) dan merupakan hasil dari masalah pada penempatan normal usus janin. Terjadi gangguan pada langkah-langkah yang biasa diikuti usus untuk sampai pada posisi yang benar di dalam perut. Malrotasi menyebabkan bagian-bagian usus berada di bagian perut yang salah, yang dapat menyebabkannya tersumbat atau terpelintir.
Volvulus usus adalah kondisi di mana usus menjadi terpelintir, yang mungkin merupakan akibat dari malrotasi. Usus yang terpelintir dapat tersumbat (terhambat) atau dapat terluka ketika puntiran tersebut memutus suplai darah ke usus. Jika suplai darah terputus dalam jangka waktu yang lama, sebagian atau seluruh usus dapat mati, yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, volvulus merupakan keadaan darurat yang memerlukan perawatan bedah segera.
Gejala volvulus berkembang dengan cepat dan umumnya cukup dramatis sehingga bayi segera dibawa ke ruang gawat darurat, yang dapat menjadi kritis untuk kelangsungan hidup.
Operasi darurat diperlukan untuk mengatasi volvulus. Sayatan dibuat di perut, usus diperiksa, dan volvulus dikurangi. Ini berarti usus diluruskan dan suplai darah dipulihkan.
Jika sebagian kecil usus mati karena kekurangan aliran darah, usus tersebut akan direseksi (diangkat). Bergantung pada kondisi anak pada saat operasi, ujung-ujung usus akan dijahit kembali, atau dialihkan sementara. Pengalihan adalah proses untuk mengeluarkan tinja dari perut melalui kolostomi atau ileostomi dan menjauhkannya dari jaringan yang sedang dalam proses penyembuhan.
Bila kolostomi dilakukan, ujung usus besar yang dipotong dibawa ke lubang yang dibuat melalui dinding perut. Bila ileostomi dilakukan, ujung usus halus yang dipotong dibawa melalui lubang yang sama. Baik kolostomi maupun ileostomi memungkinkan isi usus dikosongkan ke dalam kantong. Kemudian, bila organ anak telah pulih, kolostomi ditutup dalam prosedur terpisah agar anak dapat buang air besar secara normal.
Nomor Seri 52/2 dan 52/3,
Devarabeesanahalli, Varthur
Hobli, Bangalore - 560 103
Tips Kesehatan, Berita & Pembaruan
Hubungi Kami