Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra

Pengertian Plantar Fasciitis

7 Februari 2024

Penyebab Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis adalah kondisi kaki umum yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Kondisi ini paling tepat digambarkan sebagai peradangan dan iritasi pada plantar fascia, jaringan tebal yang menghubungkan tulang tumit dengan jari kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang signifikan, sehingga penting untuk memahami penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan yang tersedia.

Global

Plantar fasciitis sering kali disebabkan oleh ketegangan berulang atau penggunaan kaki secara berlebihan, yang menyebabkan robekan mikro pada fascia plantar. Meskipun penyebab pastinya dapat bervariasi pada setiap orang, beberapa faktor meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Penyebab plantar ini meliputi:
  • Aktivitas fisik yang berlebihan: Terlibat dalam aktivitas yang memberi tekanan berlebihan pada kaki, seperti berlari, menari, atau melompat, dapat berkontribusi terhadap perkembangan plantar fasciitis.
  • Mekanika kaki: Memiliki kaki datar, lengkungan tinggi, atau pola berjalan abnormal dapat memberi tekanan tambahan pada plantar fascia.
  • Usia dan berat badan: Plantar fasciitis lebih umum terjadi pada individu berusia antara 40 dan 60 tahun, serta pada mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Alas kaki yang tidak tepat: Mengenakan sepatu yang tidak memiliki penyangga lengkungan atau bantalan yang tepat dapat meningkatkan risiko timbulnya kondisi ini.

Gejala

Gejala plantar fasciitis yang paling umum adalah nyeri tumit, yang biasanya dirasakan sebagai sensasi tajam atau menusuk. Nyeri ini sering kali memburuk di pagi hari atau setelah istirahat dalam waktu lama, dan cenderung membaik dengan gerakan.

Gejala lain mungkin termasuk:
  • Nyeri yang memburuk setelah beraktivitas atau berdiri dalam waktu lama.
  • Rasa nyeri di sepanjang telapak kaki, terutama di dekat tumit.
  • Kekakuan dan keterbatasan rentang gerak pada kaki.
  • Pembengkakan atau kemerahan pada area yang terkena, meskipun hal ini jarang terjadi.

Pengobatan

Mengobati plantar fasciitis terkadang bisa sangat membuat frustrasi. Untungnya, plantar fasciitis sering kali dapat ditangani secara efektif dengan metode pengobatan konservatif. Beberapa pilihan pengobatan plantar fasciitis yang umum meliputi:
  • Istirahat dan es: Menghindari aktivitas yang memperparah rasa sakit dan mengompres area yang sakit dengan es dapat membantu mengurangi peradangan dan memberikan kelegaan.
  • Latihan peregangan: Meregangkan otot betis dan plantar fascia secara teratur dapat membantu meringankan gejala dan mencegah cedera lebih lanjut.
  • Alas kaki yang mendukung: Mengenakan sepatu dengan penyangga lengkungan dan bantalan yang tepat dapat membantu mendistribusikan berat secara merata dan mengurangi ketegangan pada plantar fascia.
  • Perangkat ortotik: Sol sepatu atau perangkat ortotik yang dibuat khusus dapat memberikan dukungan tambahan dan membantu memperbaiki segala kelainan kaki.
  • Terapi fisik: Seorang terapis fisik dapat memberikan latihan dan teknik yang ditargetkan untuk memperkuat otot-otot kaki dan meningkatkan kelenturan.
  • Obat-obatan: Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen, mungkin direkomendasikan untuk mengelola nyeri dan mengurangi peradangan.
  • Terapi gelombang kejut ekstrakorporeal (ESWT): Dalam kasus yang parah, ESWT dapat digunakan untuk memberikan gelombang kejut ke area yang terkena, merangsang penyembuhan dan mengurangi rasa sakit.
  • Terapi di rumah: Terapi di rumah yang sering berhasil adalah pemijatan dalam pada lengkungan kaki menggunakan bola golf dan kemudian peregangan otot kalori.
Bertekun pada rencana pengobatan adalah yang terpenting dalam memperoleh kelegaan dari masalah yang menjengkelkan ini.

Plantar fasciitis dapat menjadi kondisi yang melemahkan, tetapi dengan pemahaman dan penanganan yang tepat, sebagian besar individu dapat terbebas dari rasa sakit dan kembali beraktivitas seperti biasa. Dengan mengambil tindakan yang tepat dan melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan, individu dapat mengelola plantar fasciitis secara efektif dan mencegah kekambuhan di masa mendatang.

dokter

Arjun Srivatsa

Direktur & HOD - Institut Otak dan Tulang Belakang

Menjadwalkan sebuah pertemuan