Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
29 Januari 2018
Penelitian terkini menunjukkan adanya hubungan antara penyakit gusi dan komplikasi persalinan. Ibu hamil yang menderita penyakit gusi lebih mungkin melahirkan bayi yang lahir terlalu dini dan terlalu kecil.
Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi korelasi pasti antara penyakit gusi selama kehamilan dan komplikasi persalinan, tetapi tampaknya penyakit gusi dapat memicu peningkatan kadar senyawa biologis yang memicu persalinan. Data juga menunjukkan bahwa ketika penyakit periodontal memburuk selama kehamilan, ada risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur.
Kehamilan dan perawatan gigi penting untuk bayi yang sehat. Wanita hamil dan wanita yang berencana untuk hamil harus mengunjungi dokter gigi mereka. dokter gigi untuk pemeriksaan dan pengobatan masalah gigi sebelum hamil.
Menyikat dan membersihkan gigi secara teratur, mengonsumsi makanan yang seimbang, dan mengunjungi dokter dokter gigi secara teratur akan membantu mengurangi masalah gigi saat hamil.
Banyak ibu hamil mengalami radang gusi saat hamil — ketika plak gigi menumpuk di gigi dan mengiritasi gusi. Gejalanya meliputi gusi merah, meradang, dan berdarah.
Gingivitis kehamilan terjadi akibat meningkatnya kadar hormon yang memengaruhi cara gusi bereaksi terhadap iritan dalam plak.
Menjaga kebersihan gigi, terutama di dekat garis gusi, akan membantu mengurangi atau bahkan mencegah radang gusi selama kehamilan.
Pertama, pastikan untuk memberi tahu dokter gigi Anda bahwa Anda sedang hamil saat menjadwalkan janji temu. Sebaiknya jadwalkan kunjungan ke dokter gigi selama bulan keempat hingga keenam kehamilan Anda. Hindari mengunjungi dokter gigi selama tiga bulan pertama kehamilan, karena dianggap sangat penting bagi perkembangan anak Anda dan stres akibat kunjungan ke dokter gigi dapat membahayakan janin.
Biasanya, sinar-X, anestesi gigi, obat pereda nyeri dan antibiotik (terutama tetrasiklin) tidak diresepkan selama trimester pertama, kecuali jika diperlukan.
Selama trimester terakhir, duduk lama di kursi gigi dapat terasa tidak nyaman dan pemeriksaan gigi mungkin tidak dapat dilakukan.
Jika Anda perlu menjadwalkan kunjungan darurat, beri tahu dokter gigi tentang kehamilan Anda sebelum Anda datang. Diskusikan riwayat medis yang relevan, faktor stres, keguguran sebelumnya, dan obat-obatan yang Anda konsumsi karena hal-hal ini dapat memengaruhi rencana perawatan gigi dan hasilnya.
Dokter gigi spesialis merekomendasikan agar wanita berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum merencanakan kehamilan. Dengan demikian, klinik dapat melakukan pemeriksaan dan pembersihan menyeluruh, serta menangani masalah gigi yang ada. Tentu saja, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter gigi saat hamil.
Bila Anda mengalami sakit gigi atau masalah gusi selama kehamilan, segera temui dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Masalah kesehatan gigi dapat berdampak buruk pada kehamilan Anda dan tindakan pencegahan dini penting bagi ibu dan anak.
Gigi berlubang terbentuk ketika bakteri di mulut Anda menggunakan gula dan karbohidrat yang ada dalam makanan untuk menghasilkan asam, yang melarutkan email gigi Anda.
Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan gigi karena sejumlah alasan: keinginan makan yang tidak sehat, berkurangnya menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang gigi, serta muntah akibat mual di pagi hari dapat meningkatkan jumlah asam dalam rongga mulut.
Untuk mencegah kerusakan gigi, gosoklah gigi dua kali sehari, gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang sesuai. Kurangi camilan manis. Berkumurlah dengan air saat Anda tidak sempat menyikat gigi, dan gunakan benang gigi sekali sehari.
Cukup umum bagi ibu hamil untuk mengeluh tentang gusi berdarah saat menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang gigi. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan peradangan, yang terkadang disebut radang gusi saat hamil. Untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius, tingkatkan rutinitas perawatan gigi Anda dengan menggunakan obat kumur antibakteri dan kunjungi dokter gigi untuk pembersihan lebih sering.
Beberapa wanita hamil mengalami pembengkakan jaringan gusi yang tampak mentah yang disebut "tumor kehamilan" yang tumbuh di antara gigi. Pertumbuhan ini mudah berdarah dan mungkin disebabkan oleh plak yang berlebihan. Konsultasikan dengan dokter gigi jika Anda menduga Anda memiliki tumor kehamilan, meskipun biasanya tumor tersebut jinak.
Komplikasi lain yang jarang terjadi selama kehamilan adalah gigi tanggal. Hal ini dapat terjadi karena hormon yang memengaruhi ligamen yang menahan gigi agar tetap pada tempatnya.
Perawatan gigi selama kehamilan merupakan bagian penting dari kesehatan umum Anda dan kesehatan bayi Anda. Itulah sebabnya, demi kehamilan yang aman dan sehat, dokter gigi dan dokter kandungan menganjurkan para wanita untuk memprioritaskan kesehatan mulut mereka.
Kecuali jika itu adalah keadaan darurat gigi, rencanakan kunjungan ke dokter gigi Anda selama masa kehamilan. Mulailah dengan menjadwalkan janji temu sebelum hamil. Dengan begitu, prosedur yang diperlukan dapat dilakukan sebelum Anda hamil.
Trimester pertama tidak ideal untuk perawatan gigi karena janin masih dalam tahap awal perkembangan. Sebaliknya, jadwalkan kunjungan non-darurat untuk trimester kedua atau awal trimester ketiga.
Ada beberapa pengalaman dalam kehidupan wanita yang sama istimewanya dengan kehamilan. Mengunjungi dokter gigi saat hamil sering kali diabaikan, tetapi penting bagi Anda untuk tidak melupakan menjaga kesehatan mulut yang baik. Itu termasuk membersihkan gigi saat hamil.
Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi yang bagus dan jangan lupa untuk membersihkan gigi dengan benang gigi, karena benang gigi melengkapi sikat gigi dengan menghilangkan partikel makanan yang menempel di tempat yang tidak dapat dijangkau sikat gigi. Merawat mulut Anda sebelumnya akan memungkinkan Anda untuk fokus pada kedatangan anak Anda yang menyenangkan.
1. Bagaimana kesehatan mulut memengaruhi kehamilan?
Kesehatan mulut memainkan peran penting selama kehamilan. Infeksi atau masalah gusi dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan dapat berdampak pada hasil kehamilan.
2. Dapatkah penyakit gusi memengaruhi bayi selama kehamilan?
Ya, penyakit gusi parah telah dikaitkan dengan risiko seperti berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur dalam beberapa kasus.
3. Masalah kesehatan mulut apa saja yang umum terjadi selama kehamilan?
Masalah umum yang mungkin terjadi meliputi gusi bengkak atau berdarah, radang gusi saat kehamilan, gigi sensitif, dan risiko gigi berlubang yang lebih tinggi.
4. Apakah perawatan gigi aman selama kehamilan?
Ya, sebagian besar perawatan gigi rutin aman, terutama selama trimester kedua, dengan tindakan pencegahan yang tepat.
5. Dapatkah kesehatan mulut yang buruk menyebabkan kelahiran prematur?
Terdapat beberapa bukti bahwa penyakit gusi yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.
6. Mengapa gusi berdarah selama kehamilan?
Perubahan hormonal meningkatkan aliran darah ke gusi, membuat gusi lebih sensitif dan rentan terhadap peradangan dan pendarahan.
7. Bagaimana ibu hamil dapat menjaga kesehatan mulut yang baik?
Sikat gigi dua kali sehari, gunakan benang gigi secara teratur, makan makanan yang seimbang, tetap terhidrasi, dan lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
8. Kapan sebaiknya Anda mengunjungi dokter gigi selama kehamilan?
Sebaiknya lakukan pemeriksaan gigi sejak dini selama kehamilan dan lanjutkan kunjungan rutin sesuai anjuran dokter gigi Anda.
Hubungi Kami