Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra

Cara Cerdas Mengenali Stroke dan Menanganinya Sejak Dini

25 Januari 2021

Perawatan Stroke di Bangalore

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan dalam banyak kasus, stroke tidak harus berakibat fatal. diagnosis dan pengobatan stroke dapat membatasi kerusakan otak dan meningkatkan hasil pengobatannya. 

Kapan stroke terjadi?

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke area otak terputus.

Apa saja gejala stroke?

Gejala stroke bergantung pada seberapa banyak jaringan otak yang kekurangan pasokan darah. Gejala stroke meliputi:

  • Kesulitan berbicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain

  • Mati rasa pada wajah, lengan atau kaki

  • Masalah penglihatan pada satu atau kedua mata

  • Sakit kepala

  • Kesulitan berjalan

Apa penyebab Stroke?

Ada dua penyebab utama stroke:

Stroke Iskemik: Penyakit ini disebabkan oleh penyumbatan arteri atau kebocoran atau pecahnya pembuluh darah dan merupakan jenis stroke yang paling umum. Arteri yang tersumbat disebabkan oleh timbunan lemak yang terbentuk di pembuluh darah atau oleh bekuan darah yang mengalir melalui aliran darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 mungkin menjadi penyebab stroke iskemik, tetapi hingga saat ini, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Stroke Hemoragik: Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Faktor-faktor yang terkait dengan stroke hemoragik meliputi:

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

  • Pengobatan berlebihan dengan pengencer darah

  • Trauma

  • Endapan protein di pembuluh darah yang menyebabkan kelemahan

  • Stroke iskemik yang menyebabkan pendarahan

Serangan Iskemik Sementara (TIA): Hal ini juga dikenal sebagai stroke ringan, yaitu saat Anda mengalami gejala sementara yang mirip dengan gejala yang Anda alami saat terkena stroke. Gejala ini disebabkan oleh penurunan sementara pasokan darah ke bagian otak yang berlangsung selama lima menit.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda menduga Anda atau orang yang Anda sayangi terkena stroke.

Stroke dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Cara terbaik untuk meminimalkan risiko dan kerusakan akibat stroke adalah kewaspadaan dan pencegahan. Tes FAST dapat sangat membantu untuk gejala stroke yang paling umum:

F: Wajah Terkulai

A: Melemahnya Lengan

S: Kesulitan Bicara

T: Waktu

Tanda-tanda ini dapat dengan mudah diketahui. Jika Anda melihat salah satu sisi wajah mengeluarkan air liur saat tersenyum, maka orang tersebut mungkin mengalami stroke. Jika seseorang mengalami bicara cadel atau aneh, itu mungkin merupakan tanda serangan stroke yang akan datang. Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut, segera hubungi dokter.

Faktor Risiko Stroke

Ada berbagai faktor risiko stroke seperti:

  • Tekanan darah

  • Diabetes

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

  • Kadar kolesterol LDL tinggi

  • Radang sendi

  • Merokok

  • Usia

Bayi yang berusia kurang dari satu tahun lebih berisiko terkena stroke dan pada usia yang lebih muda, pria lebih rentan terkena stroke. Wanita dapat menderita stroke selama kehamilan atau segera setelah melahirkan.

Mencegah Stroke (Pencegahan lebih baik!!)

Perubahan gaya hidup berperan penting dalam pencegahan stroke. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah stroke:

  • Makan makanan yang sehat

  • Manajemen stres

  • Latihan rutin

  • Berhenti merokok

  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan 

Studi kasus: Bahasa Indonesia: Tn. Khan (nama samaran) berusia 64 tahun dari Oman datang ke Rumah Sakit Sakra World dengan keluhan mengalami beberapa episode Transient Ischemic Attack (tanda peringatan stroke) dan kelemahan pada sisi kiri tubuh selama satu bulan terakhir. Ia dibawa dengan kursi roda dan mengalami inkontinensia. Setelah diperiksa, ia didiagnosis dengan Right Intern Carotid Artery Severe Stenosis atau penyempitan arteri besar di sisi leher yang membawa darah ke kepala, wajah, dan otak akibat aterosklerosis (kondisi penumpukan plak di dalam arteri). Tn. Khan tiba-tiba mengalami kelemahan pada satu sisi tubuhnya yang menyebabkan ia kehilangan keseimbangan dan sering terjatuh. Ia juga mengalami beberapa episode pusing sebagai tanda peringatan sebelumnya. Ia berkonsultasi dengan dokter dan mencari pertolongan medis di tempat asalnya tetapi kondisinya tidak kunjung membaik. 

At Rumah Sakit Dunia Sakra, ia berkonsultasi dengan Dr. Swaroop Gopal, Direktur - Ilmu Saraf, yang setelah pemeriksaan dan evaluasi menemukan penyumbatan kalsifikasi parah di arteri leher dan setelah konseling keluarga melakukan Endarterektomi Mikro Karotis Kanan (operasi yang digunakan untuk mengobati stenosis karotis). Setelah operasi, kondisi Tn. Khan membaik secara signifikan. Ia menjadi dapat berjalan dan tenang dan dalam beberapa hari telah terbang kembali ke negara asalnya untuk melanjutkan manajemen medis dan rehabilitasi.