Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
29 Januari 2018
Gingivitis adalah suatu kondisi dimana terjadi radang gusi atau gingiva. Penyakit ini disebabkan oleh lapisan plak atau bakteri yang menumpuk pada gigi. Gingivitis adalah jenis penyakit periodontal yang umum. Penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi gusi yang disebut periodontitis yang serius dan pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya gigi.
Tanda-tanda GINGIVITIS meliputi gusi merah dan bengkak yang mudah berdarah saat orang tersebut menggosok gigi. Perawatan gingivitis dapat dimulai dengan meningkatkan kebersihan mulut, seperti menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi secara teratur. Gejala gingivitis ringan pada awalnya, tetapi kondisi ini harus ditanggapi dengan serius dan segera diatasi.
Ada dua jenis utama penyakit gingiva:
Penyakit gusi akibat plak gigi disebabkan oleh penumpukan plak, obat-obatan atau kekurangan gizi.
Penyakit gusi yang disebabkan oleh non-plak yang dapat - berkembang karena sejumlah penyebab berbeda seperti infeksi bakteri, virus, atau jamur; faktor genetik, kondisi sistemik, luka, atau reaksi terhadap benda asing.
Penyebab Radang Gusi
Gingivitis adalah kondisi di mana terdapat penumpukan plak bakteri pada gigi. Plak tersebut memicu respons imun yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi. Jika terus berlanjut, hal ini dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, termasuk kerusakan gigi dan tanggalnya gigi.
Plak gigi adalah lapisan tipis biofilm yang terakumulasi secara alami pada gigi. Plak ini dihasilkan oleh bakteri yang berusaha menempel pada permukaan gigi.
Bakteri biofilm ini mungkin membantu melindungi mulut dari kolonisasi mikroorganisme berbahaya, tetapi plak gigi juga dapat menyebabkan kerusakan gigi dan masalah periodontal seperti gingivitis dan periodontitis kronis, infeksi gusi.
Bila plak tidak dibersihkan dengan baik, plak akan berubah menjadi kalkulus, atau karang gigi, yang terkumpul di dasar gigi, dekat gusi. Karang gigi berwarna kuning dan hanya dapat dibersihkan secara profesional oleh dokter gigi. periodontis.
Plak dan karang gigi mengiritasi gusi, menyebabkan infeksi gusi dan peradangan di sekitar pangkal gigi yang mengakibatkan gusi berdarah.
Penyebab dan faktor risiko lainnya
Perubahan hormonal: Hal ini dapat terjadi selama masa pubertas, menopause, siklus menstruasi, dan kehamilan. Gingiva mungkin menjadi lebih sensitif, sehingga meningkatkan risiko peradangan.
Penyakit: kanker tertentu, diabetes, penyakit jantung, dan kondisi autoimun.
Narkoba: Kesehatan mulut dapat terpengaruh oleh beberapa obat, terutama jika aliran air liur berkurang. Dilantin, antikonvulsan, dan beberapa obat antiangina dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan gusi yang tidak normal.
Merokok: Perokok rutin lebih sering terkena radang gusi.
Umur: Risiko radang gusi meningkat seiring bertambahnya usia.
Diet yang buruk: Kekurangan vitamin C dikaitkan dengan penyakit gusi.
Sejarah keluarga: Orang-orang yang memiliki riwayat radang gusi dalam keluarga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Hal ini diduga karena jenis bakteri yang kita peroleh di masa kecil.
Hubungi Kami