Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
13 Agustus 2020
Apa itu Donor Organ?
Donasi organ adalah proses pengambilan organ dari satu orang dan menempatkannya pada orang lain melalui pembedahan. Banyak organ yang dapat didonasikan, termasuk hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
Organ dan jaringan apa yang dapat ditransplantasikan?
Organ dan jaringan yang dapat ditransplantasikan meliputi:
1. Hati
2. Ginjal
3. Pankreas
4. Hati
5. Paru-paru
6. Usus
7. Kornea
8. Telinga tengah
9. Kulit
10. Tulang
11. Sumsum tulang
12. Katup jantung
13. Jaringan ikat
14. Alograft komposit vaskularisasi
Apa Saja Jenis-Jenis Donor Organ?
Dalam donasi organ, seseorang berjanji bahwa setelah kematian, organ tertentu atau semua organ dari tubuh dapat digunakan untuk transplantasi guna membantu pasien yang sakit mendapatkan kehidupan baru. Orang-orang dari segala usia dapat menyumbangkan organ, bahkan orang-orang berusia 80-an pernah menyumbangkan organ di masa lalu.
Donasi Hidup: Dalam donasi hidup, orang yang masih hidup menyumbangkan organ untuk ditransplantasikan ke orang lain. Donor hidup dapat berupa anggota keluarga atau kerabat mana pun.
Donasi Jenazah: Untuk itu, pasien harus mendaftar di rumah sakit yang menangani transplantasi. Pasien akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu, dan ketika organ dari donor yang telah meninggal tersedia, pasien akan diberi tahu.
Kurangnya Donor Organ di India
Sekitar 5 lakh orang meninggal di India setiap tahun karena tidak tersedianya organ. Hampir 2.2 lakh orang menunggu transplantasi ginjal, dan sekitar 15,000 di antaranya akhirnya menerima ginjal. Sekitar 1 lakh orang meninggal karena penyakit hati setiap tahun di India, dan hanya 1000 yang mendapatkan transplantasi hati.
Mengapa Donasi Organ Tertinggal di India?
Berikut lima alasan mengapa donasi organ masih tertinggal di India:
Kurangnya persetujuan keluarga
Ketika seseorang mengalami mati otak, keluarga akan kesulitan menerima kematian tersebut karena jantung masih berdetak pada awalnya. Namun, mati otak tidak dapat dipulihkan meskipun organ-organ tubuh masih berfungsi. Itulah sebabnya dokter meminta keluarga almarhum untuk menyumbangkan organ-organ tubuh dan menyelamatkan nyawa seseorang.
Takhayul dan Kesalahpahaman
Ada mitos-mitos seperti “jika saya mendonorkan organ saya, saya mungkin akan lahir tanpa ginjal atau hati pada kelahiran berikutnya”, “Donor organ itu mahal” yang menghalangi orang untuk menjaminkan organ mereka.
Beberapa orang tidak mendonorkan organ karena mereka harus menanggung biayanya sampai organ tersebut diambil dari tubuh orang lain.
Kurangnya pendidikan dan kesadaran
Kurangnya kesadaran, kurangnya edukasi yang tepat kepada keluarga pasien yang sudah meninggal, kartu donor organ, proses donasi organ membuat pasien dan keluarga pasien sulit untuk mendonorkan organ. Bahkan beberapa dokter juga belum sepenuhnya mengetahui proses donasi organ dan hal-hal yang terkait dengannya sehingga membuat keluarga pasien sulit untuk mengambil keputusan yang tepat.
Deklarasi Tidak Adanya Kematian Otak
Di banyak rumah sakit, dokter kurang memiliki pengetahuan tentang kematian otak dan membiarkan pasien menggunakan ventilator selama mungkin. Banyak kasus kematian otak terjadi di rumah sakit pemerintah yang tingkat kematian otaknya rendah, bahkan bisa diabaikan.
Kurangnya Pusat Transplantasi dan Pengambilan Organ
Tidak semua rumah sakit di India dapat melaksanakan proses transplantasi dan pengambilan organ. Di India, hanya 301 rumah sakit yang diperlengkapi untuk menangani proses tersebut; hanya 250 yang telah terdaftar di NOTTO. Di India, hanya ada 5 Organisasi Transplantasi Organ dan Jaringan Regional (ROTTO) dan 6 Organisasi Transplantasi Organ dan Jaringan Negara Bagian (SOTTO) yang berada dalam status usulan.
Hubungi Kami