Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
7 Jul, 2026
Keluarnya cairan dari puting adalah kondisi di mana cairan keluar dari satu atau kedua puting, baik secara alami maupun saat ditekan. Meskipun bisa mengkhawatirkan, terutama jika tidak terduga, tidak semua kasus bersifat serius. Banyak orang sering bertanya-tanya mengapa keluarnya cairan dari payudara terjadi atau apakah itu merupakan tanda adanya masalah yang mendasarinya.
Memahami berbagai warna, penyebab, dan gejala keluarnya cairan dari puting dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah itu normal atau memerlukan perhatian medis.
Keluaran cairan dari puting mengacu pada cairan apa pun yang keluar dari puting. Hal ini dapat terjadi pada wanita yang sedang hamil, menyusui, atau bahkan pada mereka yang tidak sedang hamil atau menyusui. Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat terjadi pada pria, yang harus selalu dievaluasi oleh dokter.
Cairan yang dikeluarkan dapat bervariasi dalam hal:
Warna
Konsistensi (encer, kental, lengket)
Frekuensi (kadang-kadang atau terus-menerus)
Baik itu terjadi pada satu atau kedua payudara
Dalam banyak situasi, keluarnya cairan dari payudara secara normal bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Hal ini dapat terjadi karena perubahan hormon atau rangsangan fisik.
Cairan ASI normal dapat meliputi:
Keluar cairan seperti susu selama kehamilan atau menyusui
Cairan bening atau agak putih saat puting susu ditekan.
Keluar cairan dari kedua payudara
Namun, cairan yang keluar secara spontan (tanpa ditekan), hanya terjadi pada satu payudara, atau berdarah atau berwarna gelap harus dievaluasi.
Warna cairan yang keluar dari puting seringkali memberikan petunjuk penting tentang penyebabnya.
1. Susu (Putih atau Krem)
Umum terjadi selama kehamilan atau menyusui
Hal ini juga dapat terjadi akibat ketidakseimbangan hormon.
Berkaitan dengan kondisi seperti galaktorea
2. Jernih atau Encer
Mungkin normal dalam beberapa kasus
Jika menetap atau hanya terjadi pada satu payudara, perlu dievaluasi.
3. Kuning atau Hijau
Sering dikaitkan dengan infeksi atau penyumbatan saluran.
Mungkin kental dan lengket.
4. Cokelat atau Hitam
Biasanya terkait dengan kondisi yang berhubungan dengan saluran.
Mungkin menunjukkan adanya darah lama atau kotoran.
5. Berdarah atau Merah
Membutuhkan perhatian medis segera
Bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhan jinak atau, jarang terjadi, kanker.
Ada beberapa penyebab keluarnya cairan dari puting, mulai dari yang tidak berbahaya hingga kondisi yang lebih serius.
Perubahan hormonal – Fluktuasi hormon dapat menyebabkan keluarnya cairan bahkan tanpa adanya kehamilan.
Kehamilan dan menyusui – Penyebab paling umum dan alami dari keluarnya cairan seperti susu.
Galaktorea – Suatu kondisi di mana ASI diproduksi tanpa adanya kehamilan atau menyusui.
Infeksi payudara (mastitis) – Dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning atau hijau disertai rasa sakit dan kemerahan.
Saluran susu tersumbat – Menyebabkan keluarnya cairan kental dan lengket.
Perubahan fibrokistik payudara – Perubahan non-kanker yang dapat menyebabkan keluarnya cairan dan benjolan.
Papiloma intraduktus – Pertumbuhan jinak kecil di dalam saluran susu, sering menyebabkan keluarnya cairan berdarah.
Obat-obatan – Pil KB, antidepresan, atau obat-obatan hormonal dapat memicu keluarnya cairan.
Gangguan tiroid – Ketidakseimbangan hormon Karena masalah tiroid dapat menyebabkan keluarnya cairan.
Memahami penyebab keluarnya cairan dari payudara ini membantu menentukan apakah kondisi tersebut tidak berbahaya atau memerlukan pengobatan.
Jika Anda sering bertanya mengapa terjadi keluaran cairan dari payudara, jawabannya biasanya terletak pada aktivitas hormonal atau stimulasi jaringan payudara.
Alasan umum meliputi:
Ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi kelenjar penghasil ASI
Stimulasi fisik seperti sering memeriksa atau pakaian ketat.
Kondisi jinak yang mendasarinya seperti kista atau masalah saluran.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi serius yang memengaruhi jaringan payudara.
Keluarnya cairan dari puting susu dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan gejala lain, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Tanda-tanda umum yang menyertainya meliputi:
Nyeri atau kepekaan payudara – Payudara mungkin terasa sakit, sensitif, atau tidak nyaman, terutama saat disentuh atau saat bergerak. Hal ini dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga nyeri yang lebih terasa.
Pembengkakan atau kemerahan – Dalam kasus infeksi atau peradangan, payudara mungkin tampak bengkak, hangat, atau tampak merah. Ini seringkali merupakan tanda bahwa jaringan tersebut teriritasi atau terinfeksi.
Benjolan di payudara – Anda mungkin merasakan benjolan atau area yang menebal di payudara. Meskipun banyak benjolan tidak bersifat kanker, benjolan tersebut harus selalu diperiksa oleh dokter.
Perubahan bentuk puting atau kulit – Puting dapat menjadi masuk ke dalam, tertarik ke dalam, atau menunjukkan perubahan kulit seperti kekeringan, pengelupasan, atau pecah-pecah.
Demam (jika terjadi infeksi) – Jika keluarnya cairan disebabkan oleh infeksi seperti mastitis, hal itu mungkin disertai demam, menggigil, dan perasaan tidak enak badan secara umum.
Keluar cairan terus-menerus dari satu payudara – Keluar cairan yang terjadi terus-menerus atau hanya dari satu payudara, terutama tanpa ditekan, dianggap sebagai tanda peringatan dan membutuhkan perhatian medis.
Keluaran cairan spontan – Cairan yang keluar tanpa rangsangan atau tekanan pada puting dapat mengindikasikan masalah mendasar yang memerlukan evaluasi.
Jika cairan yang keluar dari puting susu tidak biasa, terus-menerus, atau mengkhawatirkan, dokter mungkin akan menyarankan langkah-langkah diagnostik berikut:
Pemeriksaan fisik – Dokter akan dengan cermat memeriksa payudara dan area ketiak untuk memeriksa adanya benjolan, pembengkakan, perubahan kulit, atau rasa nyeri. Mereka juga mungkin akan menekan puting dengan lembut untuk mengamati cairan yang keluar.
Peninjauan riwayat medis – Anda akan ditanya tentang kapan keputihan dimulai, warna dan konsistensinya, apakah berasal dari satu atau kedua payudara, dan gejala terkait lainnya. Informasi tentang pengobatan, perubahan hormonal, dan faktor gaya hidup juga akan dipertimbangkan.
Mammogram – Tes pencitraan ini menggunakan sinar-X dosis rendah untuk memberikan gambaran detail jaringan payudara. Tes ini membantu mendeteksi benjolan tersembunyi, kalsifikasi, atau kelainan lainnya, terutama pada wanita di atas 40 tahun.
Ultrasonografi – Ultrasonografi menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar payudara dan sangat berguna untuk mengevaluasi benjolan, kista, dan saluran susu. Pemeriksaan ini sering digunakan bersamaan dengan mammogram atau pada wanita yang lebih muda.
Duktogram (dalam beberapa kasus) – Tes pencitraan khusus ini melibatkan penyuntikan zat kontras ke dalam saluran susu untuk memvisualisasikan strukturnya dan mendeteksi penyumbatan atau pertumbuhan apa pun di dalam saluran tersebut.
Biopsi – Jika ditemukan benjolan yang mencurigakan atau area abnormal, sampel kecil jaringan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan apakah itu jinak atau memerlukan perawatan lebih lanjut.
Metode diagnostik ini membantu mengidentifikasi penyebab pastinya, menyingkirkan kondisi serius, dan memandu pengobatan yang tepat.
Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
1. Tanpa Perawatan (Observasi)
Jika cairan yang keluar normal dan tidak berbahaya, mungkin tidak diperlukan pengobatan.
2. Obat-obatan
Antibiotik untuk infeksi
Terapi hormonal untuk ketidakseimbangan hormon
3. Perubahan Gaya Hidup
Hindari stimulasi puting yang berlebihan.
Kenakan bra yang pas ukurannya.
Kelola stres dan pola makan.
4. Perawatan Bedah
Pengangkatan saluran yang terinfeksi jika keluaran cairan terus-menerus atau mencurigakan.
Konsultasikan dengan dokter jika Anda memperhatikan hal berikut:
Cairan berdarah atau berwarna gelap
Keluar cairan hanya dari satu payudara
Keluaran spontan tanpa perlu ditekan
Benjolan di payudara
Gejala yang menetap atau memburuk
Keluarnya cairan dari puting susu bisa jadi normal dalam banyak situasi, terutama yang berkaitan dengan perubahan hormon atau menyusui. Namun, memahami penyebab keluarnya cairan dari puting susu dan mengenali tanda-tanda peringatannya sangat penting.
Jika Anda tidak yakin mengapa terjadi keluaran cairan dari payudara, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi dini memastikan diagnosis yang tepat dan ketenangan pikiran.
1. Apa penyebab keluarnya cairan dari puting pada wanita yang tidak hamil?
Keluarnya cairan dari puting pada wanita yang tidak hamil umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, obat-obatan, atau kondisi payudara yang jinak. Hal ini juga dapat terjadi karena stimulasi payudara atau masalah kecil yang berkaitan dengan saluran ASI.
2. Apakah keluaran cairan payudara normal itu umum terjadi?
Ya, keluarnya cairan dari payudara yang normal cukup umum terjadi, terutama karena perubahan hormon atau stimulasi puting. Biasanya tidak berbahaya jika terjadi sesekali dan dari kedua payudara.
3. Mengapa keluarnya cairan dari payudara terjadi tanpa rasa sakit?
Keluaran cairan dari payudara tanpa rasa sakit sering dikaitkan dengan perubahan hormonal atau kondisi seperti galaktorea. Karena tidak ada peradangan, hal ini mungkin tidak menyebabkan ketidaknyamanan.
4. Apakah semua penyebab keluarnya cairan dari puting susu itu serius?
Tidak, sebagian besar penyebab keluarnya cairan dari puting susu tidak berbahaya dan mudah ditangani. Namun, keluarnya cairan yang terus-menerus atau tidak biasa sebaiknya diperiksakan ke dokter.
5. Cairan puting berwarna apa yang berbahaya?
Keluaran cairan berdarah, merah, atau berwarna gelap bisa menjadi tanda peringatan dan memerlukan evaluasi medis. Setiap keluaran cairan yang tidak biasa atau hanya terjadi di satu sisi tidak boleh diabaikan.
Konsultan Senior & Kepala – Bedah Umum, Bedah Laparoskopi & Robotik
Menjadwalkan sebuah pertemuanHubungi Kami