Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra

Hidup Aman Selama Pandemi Covid-19 Dengan Hepatitis

27 Jul, 2020

virus corona dan hati

Dengan merebaknya Covid-19, kita menjalani masa sulit yang tiada tara. Virus mematikan ini tidak hanya menginfeksi tubuh kita, tetapi juga pikiran kita dan telah mengganggu jalannya kehidupan normal. Tidak ada yang sama seperti sebelumnya, termasuk kunjungan ke rumah sakit atau menghubungi dokter untuk mengobati kondisi lain selain Virus Corona. Telah diamati bahwa virus SARS-CoV-2 memengaruhi peradangan hati dan enzim hati dan juga dapat mengakibatkan disfungsi hati. Hal ini membuat penting bagi individu dengan sirosis hati atau Hepatitis B dan C untuk mengambil tindakan pencegahan khusus seperti peningkatan pemantauan enzim hati saat menjalani masa pandemi. Saat kita memperingati Hari Hepatitis Sedunia pada tanggal 28 Juli, kita harus menekankan protokol keselamatan yang harus diikuti jika kita menderita Hepatitis atau masalah hati kronis. 

Kaitan Covid-19 dengan Hati: Mengapa Penderita Hepatitis Harus Lebih Berhati-hati?

Meskipun belum ada klaim resmi yang menyatakan bahwa mengidap Hepatitis B dan C dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19, sudah pasti bahwa virus tersebut dapat meningkatkan perkembangan penyakit hati dan dekompensasi organ tersebut. Keahlian klinis dan informasi yang tersedia menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kondisi kronis seperti Hepatitis mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat virus Covid-19, khususnya jika Hepatitis tidak terkontrol dengan baik. 

Tetap aman selama krisis COVID-19 dengan Hepatitis

Penting bagi penderita Hepatitis untuk secara efektif menjaga jarak sosial seperti orang lain tetapi dengan lebih banyak pembatasan. Mengisolasi diri dengan atau tanpa perintah resmi. Menjaga kebersihan tangan, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih, membersihkan permukaan yang sering disentuh beserta perlengkapan dari luar ruangan harus digunakan setelah mencuci/merawat dengan benar.

Jika seseorang mengonsumsi obat hepatitis kronis selama masa ini, mereka harus memastikan bahwa mereka memiliki persediaan yang cukup untuk jangka waktu yang lama. Persediaan obat penting selama masa karantina yang tidak menentu karena melewatkan satu hari pengobatan dapat memicu virus dan meningkatkan risiko kerusakan hati.   

Disarankan untuk memilih pertemuan virtual dengan dokter jika perlu dan menggunakan fasilitas telemedicine yang ditawarkan oleh sebagian besar rumah sakit saat ini untuk memastikan kondisi terus dipantau. Tes terkait hepatitis seperti USG atau tes darah dapat ditunda di bawah pengawasan dokter, jika dan hanya jika penundaan tersebut tidak memengaruhi kondisi seseorang. Jika mengunjungi rumah sakit untuk tes apa pun, pastikan seseorang mengambil tindakan perlindungan yang memadai untuk menghindari penularan Covid-19 dan membuat janji temu sebelumnya dengan dokter sebelum mengunjunginya.

Tips menjaga kesehatan hati selama pandemi 

Saat kita menjalani pandemi, penting bagi mereka yang menderita Hepatitis untuk berhati-hati dalam menjaga kesehatan hati mereka. 

  • Perhatikan label nutrisi dan buat keputusan makanan yang tepat, khususnya yang bermanfaat bagi kesehatan hati. 

  • Jika memungkinkan, dapatkan buah-buahan dan sayur-sayuran segar dan bekukan untuk beberapa minggu ke depan. 

  • Jangan menyerah pada aktivitas fisik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Lakukan latihan di dalam ruangan dan keluarlah untuk menghirup udara segar di taman pribadi atau atap gedung. Jaga jarak sosial untuk aktivitas di luar ruangan dan berkreasilah untuk latihan di dalam ruangan. 

  • Harap berhati-hati terhadap obat herbal yang dijual bebas/tidak berizin untuk kondisi apa pun selama pandemi karena sebagian besar obat ini bersifat racun bagi hati.

  • Lebih suka makanan yang dimasak di rumah karena Hepatitis A dan E akut disebabkan oleh makanan.

Covid-19 dan pengobatan Hepatitis B atau C

Penderita Hepatitis B atau C tidak boleh menghentikan atau mengubah pengobatannya kecuali atas anjuran dokter. Mereka harus siap menumpuk obat-obatan selama sebulan, untuk saat ini, guna memastikan mereka tidak melewatkan satu dosis pun. 

Meskipun akses ke dokter mungkin berbeda-beda, pemantauan kesehatan yang berkelanjutan tidak boleh terganggu. Manfaatkan konsultasi telemedicine sebisa mungkin dan jika pemeriksaan hati sudah tertunda, sebaiknya jadwalkan pemeriksaan terlebih dahulu dan lakukan dengan pengawasan yang memadai oleh dokter yang merawat.