Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra

Sindrom Terowongan Karpal (CTS)

7 Februari 2024

Sindrom terowongan karpal (CTS) adalah kondisi medis yang memengaruhi tangan dan pergelangan tangan. Kondisi ini disebabkan oleh kompresi saraf medianus, yang berjalan melalui terowongan karpal di pergelangan tangan. Terowongan karpal adalah lorong sempit yang terdiri dari tulang dan ligamen, dan terletak di sisi telapak tangan. Saraf medianus bertanggung jawab untuk memberikan sensasi pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh jari manis. Saraf ini juga mengendalikan gerakan beberapa otot di tangan. Ketika saraf medianus terkompresi, hal itu dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kelemahan pada tangan yang terkena.

Gejala

Gejala sindrom terowongan karpal dapat berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang mungkin mengalami gejala ringan, sementara yang lain mungkin mengalami gejala yang lebih parah. Gejala CTS yang paling umum meliputi:
  • Rasa sakit: Nyeri merupakan gejala CTS yang paling umum. Nyeri biasanya dirasakan di pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari. Nyeri dapat terasa tajam atau tumpul dan dapat menjalar ke lengan.
  • Mati rasa dan kesemutan: Rasa kebas dan kesemutan juga merupakan gejala umum CTS. Gejala ini biasanya dirasakan di ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan separuh jari manis. Sensasinya dapat digambarkan seperti ditusuk-tusuk jarum.
  • Kelemahan: Kelemahan pada tangan yang terkena merupakan gejala lain dari CTS. Kondisi ini dapat menyulitkan untuk memegang benda atau melakukan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus.
  • Pembengkakan: Pembengkakan di pergelangan tangan dan tangan dapat terjadi pada beberapa kasus CTS.

Global

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perkembangan sindrom terowongan karpal. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
  • Gerakan tangan yang berulang: Gerakan tangan yang berulang-ulang, seperti mengetik, menggunakan tetikus komputer, atau memainkan alat musik, dapat menimbulkan ketegangan pada pergelangan tangan dan memicu timbulnya CTS.
  • Cedera: Cedera pada pergelangan tangan, seperti patah tulang atau terkilir, dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada terowongan karpal, yang dapat menekan saraf median.
  • kehamilan: Wanita hamil lebih mungkin mengalami CTS karena perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. kehamilan.
  • Kondisi medis: Kondisi medis tertentu, seperti rheumatoid arthritis, radang sendi, diabetes, dan hipotiroidisme, dapat meningkatkan risiko timbulnya CTS.

Diagnosa

Diagnosis biasanya dilakukan dengan menyingkirkan masalah leher melalui MRI tulang belakang leher dan melakukan studi konduksi saraf untuk mengukur aktivitas listrik pada saraf median.

Pengobatan

Perawatan carpal tunnel tergantung pada tingkat keparahan gejala. Dalam kasus ringan, istirahat dan pengobatan rumahan mungkin cukup untuk meredakan gejala. Dalam kasus yang lebih parah, pembedahan mungkin diperlukan.
  • Istirahat dan pengobatan rumahan: Mengistirahatkan tangan dan pergelangan tangan yang cedera dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri. Mengompres pergelangan tangan dengan es juga dapat membantu mengurangi pembengkakan. Mengenakan belat pergelangan tangan di malam hari dapat membantu menjaga pergelangan tangan dalam posisi netral, yang dapat mengurangi tekanan pada saraf median.
  • Obat-obatan: Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan asetaminofen, dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.
  • Terapi fisik: Terapi fisik dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kelenturan pada tangan dan pergelangan tangan yang terkena.
  • Operasi: Pada kasus CTS yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf median. Seluruh dasar pembedahan adalah memotong ligamen yang menekan saraf di bagian depan pergelangan tangan dan melepaskan saraf median yang tertekan.  

Pencegahan

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah sindrom terowongan karpal berkembang atau memburuk. Beberapa langkah tersebut meliputi:
  • Istirahat: Jika Anda melakukan gerakan tangan yang berulang-ulang, seperti mengetik atau menggunakan tetikus komputer, beristirahatlah secara berkala untuk mengistirahatkan tangan dan pergelangan tangan Anda.
  • Gunakan ergonomi yang tepat: Pastikan ruang kerja Anda diatur sedemikian rupa sehingga mendukung postur tubuh yang baik dan mengurangi ketegangan pada tangan dan pergelangan tangan Anda.
  • Meregang: Meregangkan tangan dan pergelangan tangan dapat membantu meningkatkan kelenturan dan mengurangi risiko timbulnya CTS.
  • Kenakan belat pergelangan tangan: Jika Anda berisiko terkena CTS atau memiliki gejala ringan, mengenakan belat pergelangan tangan di malam hari dapat membantu menjaga pergelangan tangan Anda dalam posisi netral dan mengurangi tekanan pada saraf median.
Di dunia komputer modern, tindakan berulang yang konstan meningkatkan kemungkinan kompresi saraf median di pergelangan tangan. Menyadari masalah sederhana namun terkadang sangat menyakitkan ini, membantu menemukan pengobatan atau pengendalian dini.

dokter

Arjun Srivatsa

Direktur & HOD - Institut Otak dan Tulang Belakang

Menjadwalkan sebuah pertemuan