Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra

Perawatan Kandung Kemih pada Korban Cedera Tulang Belakang

5 Juni 2024

Cedera tulang belakang (SCIs) dapat berdampak signifikan pada berbagai fungsi tubuh, termasuk kontrol kandung kemih. Hal ini dapat menyebabkan tantangan seperti inkontinensia, pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas, atau infeksi saluran kemih (ISK) yang terkadang menyebabkan kerusakan ginjal total. Namun, dengan strategi perawatan kandung kemih yang tepat, para penyintas SCI dapat memperoleh kembali rasa kontrol/belajar mengelola kandung kemih secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Memahami Kandung Kemih Neurogenik

Setelah SCI, kerusakan pada sumsum tulang belakang mengganggu komunikasi antara otak dan kandung kemih. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi yang disebut kandung kemih neurogenik, di mana otot kandung kemih/sfingter urin mungkin tidak berfungsi dengan baik. Ada dua jenis utama:
  • Kandung kemih refleksif: Kandung kemih berkontraksi secara otomatis tanpa kendali kesadaran, yang menyebabkan inkontinensia urin.
  • Kandung kemih lembek: Otot kandung kemih kurang kencang dan mungkin tidak dapat mengeluarkan urin sepenuhnya, sehingga meningkatkan risiko ISK, batu, dan kerusakan ginjal.

Pentingnya Kandung Kemih 

Manajemen kandung kemih yang efektif bagi penderita SCI tidak hanya mencegah kebocoran. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mencegah komplikasi seperti:
  • Kerusakan ginjal: Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas dapat menyebabkan urin terkumpul di ginjal, yang dapat menyebabkan infeksi dan potensi kerusakan jangka panjang.
  • Kerusakan kulit: Kelembaban yang terus-menerus akibat inkontinensia dapat mengiritasi kulit, yang menyebabkan luka yang menyakitkan.
  • Kualitas hidup menurun: Masalah kandung kemih yang tidak terkontrol dapat berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial.

Strategi Pengelolaan Kandung Kemih

Ada berbagai pendekatan untuk manajemen kandung kemih bagi para penyintas SCI, dan pilihan yang paling tepat bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu. Berikut ini beberapa metode umum:
  • Kateterisasi Intermiten (IC): Ini adalah standar emas untuk penanganan kandung kemih pada SCI. Kateter yang bersih atau steril dimasukkan ke dalam kandung kemih secara berkala untuk mengalirkan urine.
  • Buang Air Kecil Terjadwal: Bagi orang yang masih bisa mengontrol kandung kemihnya, buang air kecil terjadwal melibatkan upaya buang air kecil secara berkala sepanjang hari.
  • Obat-obatan: Obat-obatan tertentu dapat membantu mengendurkan otot-otot kandung kemih atau meningkatkan kontraksi kandung kemih.
  • Alat Drainase Kandung Kemih: Alat ini, seperti kateter menetap, dapat digunakan dalam situasi tertentu, tetapi penggunaan jangka panjang umumnya tidak disarankan karena meningkatnya risiko ISK.

Langkah Selanjutnya

Rencana perawatan kandung kemih yang komprehensif juga mencakup komponen penting berikut:
  • Manajemen Cairan: Tetap terhidrasi sangat penting, tetapi memahami toleransi cairan individu sangat penting untuk menghindari pengisian kandung kemih yang berlebihan.
  • Perawatan Kulit: Pembersihan dan pelembaban area perineum secara teratur membantu mencegah kerusakan kulit akibat inkontinensia.
  • Manajemen Usus: Buang air besar yang teratur dapat membantu mengurangi tekanan pada kandung kemih dan meningkatkan pengendalian diri secara keseluruhan.
  • Latihan Otot Dasar Panggul (PFME): Memperkuat otot-otot ini dapat meningkatkan kontrol kandung kemih dan kesehatan panggul secara keseluruhan.

Peran Profesional Kesehatan

Bekerja sama dengan tim perawatan kesehatan, termasuk ahli urologi dan spesialis rehabilitasi, sangat penting untuk membuat dan mempertahankan rencana pengelolaan kandung kemih yang efektif. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memantau kemajuan, mengatasi komplikasi, dan menyesuaikan rencana sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Perawatan kandung kemih bagi penyintas SCI mungkin tampak menakutkan pada awalnya, tetapi dengan strategi dan dukungan yang tepat, individu dapat memperoleh kembali kendali dan mengelola kondisi mereka secara efektif. Ingat, pengetahuan adalah kekuatan. Dengan memahami kandung kemih neurogenik dan mengeksplorasi pilihan pengelolaan kandung kemih yang tersedia, penyintas SCI dapat mengendalikan kesehatan mereka dan menjalani kehidupan yang memuaskan.

dokter

Dr. Maheswarappa BM

Direktur & Kepala - Sakra Institute of Rehabilitation Sciences

Menjadwalkan sebuah pertemuan