Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
24 Sep, 2014
Bagi sebagian besar dari kita, nyeri punggung dan leher adalah kenyataan hidup. Jangka waktunya mungkin berbeda-beda, tetapi nyeri ini memang dialami oleh kita masing-masing di beberapa titik waktu dalam hidup kita. Untungnya, mayoritas (90%) dari mereka akan menyelesaikannya sendiri dalam 2-3 minggu, di mana pengobatan simtomatik dan fisioterapi merupakan pengobatan utama yang bertujuan untuk mempertahankan rentang gerak selama episode tersebut. Nyeri punggung dan leher merupakan epidemi masyarakat modern dan tidak mengherankan, pesan-pesan yang saling bertentangan pasti akan berkontribusi dalam merusak suasana. Skala masalah dalam masyarakat yang beragam, dengan banyaknya profesional yang berkontribusi dalam perawatan, pasti akan memberi makan pesan yang membingungkan dan saling bertentanganTujuan artikel ini adalah untuk memaparkan mitos-mitos yang umum beredar di kalangan pasien saya tentang nyeri punggung dan leher.
Mitos 1
“Saya tidak bisa mengalami sakit punggung/leher, saya terlalu sehat untuk itu”
Seperti yang saya katakan dalam pendahuluan, hampir 70-80% dari kita akan menderita penyakit ini di beberapa titik dalam hidup kita, meski hanya dalam jangka waktu singkat, beberapa hari/minggu. Memiliki serangkaian aktivitas yang seimbang untuk memperkuat semua kelompok otot adalah kuncinya. Bahkan atlet/olahragawan pun bisa terkena dampaknya jika olahraga tersebut melibatkan tekanan berlebihan pada kelompok otot atau bagian tubuh tertentu. Kebiasaan postur tubuh/aktivitas dapat menyebabkan cedera atau rasa sakit.
Tips kesehatan: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mempraktikkan teknik yang baik untuk aktivitas sehari-hari seperti duduk, berdiri, berjalan, mengangkat barang dapat membantu mencegah rasa sakit.
Mitos 2
“Punggung/leher saya sakit, saya perlu istirahat di tempat tidur”
Konsensus saat ini mengenai tindakan yang optimal adalah untuk tetap aktif sebisa mungkin. Setiap periode istirahat yang diperpanjang lebih dari 2-3 hari, menabur benih untuk nyeri kronis yang terus-menerus (lebih dari 3 bulan). Adalah wajar untuk ubah aktivitas Anda, tetapi hindari istirahat total di tempat tidur. Cobalah untuk kembali ke aktivitas rutin harian Anda. Kesehatan dan kekuatan otot-otot yang menopang postur tubuh di sekitar tulang belakang Anda sama pentingnya dengan tulang belakang Anda. Penelitian ilmiah telah menunjukkan melemahnya otot-otot punggung Anda setelah hanya 2 hari istirahat (disuse atrophy). Jadi, inilah saatnya untuk melompat (maksud saya memanjat) dari tempat tidur dan mencoba untuk kembali ke rutinitas harian Anda sebisa mungkin.
Tips: Minimalkan waktu istirahat dan cobalah kembali ke rutinitas harian.
Mitos 3
“Saya harus meninggalkan aktivitas favorit saya seperti olahraga, jogging, dll.”
Sakit punggung Anda dapat menghambat keinginan Anda untuk melanjutkan aktivitas yang diinginkan. Dokter / fisioterapis Anda akan memandu Anda dalam suatu rezim latihan yang disesuaikan secara individual untuk membantu Anda kembali ke aktivitas favorit Anda. Kombinasi latihan fleksibilitas, latihan otot inti, dan postur tubuh yang tepat akan membantu Anda kembali ke sebagian besar atau semua aktivitas favorit Anda.
Saran: Beradaptasilah daripada mengorbankan aktivitas dan olahraga favorit Anda.
Mitos 4
“Saya perlu melakukan rontgen atau pemindaian untuk mengetahui penyebab nyeri punggung dan leher saya sebelum memulai pengobatan”
Sebagian besar episode nyeri punggung dan leher membaik dengan sendirinya dengan pengobatan simtomatik dan pemindaian tidak boleh menunda dimulainya pengobatan. Dalam kebanyakan situasi, pemeriksaan lanjutan diperlukan jika nyeri tidak membaik setelah 2-3 minggu. Dokter Anda adalah pihak yang paling tepat untuk menilai perlunya pemindaian.
Kiat: Penilaian dan saran profesional harus memandu rencana perawatan Anda.
Mitos 5
“Pemindaian dan rontgen saya akan menemukan penyebab rasa sakit saya”
Pemindaian canggih memberikan gambar yang bagus dari punggung/leher Anda yang mungkin menunjukkan kelainan. Namun, perubahan tersebut umum (30-40%) terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun yang secara rutin mengalami perubahan tulang belakang yang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, Dokter Anda adalah orang yang paling tepat untuk membimbing Anda dalam menghubungkan pola nyeri Anda dengan hasil pemindaian Anda. Sangat umum untuk tidak mengidentifikasi penyebab spesifik pada hasil pemindaian untuk rasa sakit Anda. Bagaimanapun, tubuh tidak hidup sepanjang hari berbaring datar seperti di terowongan pemindai MRI. Beban berat yang terus-menerus, ketegangan postur dan gerakan adalah sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh pemindai mana pun.
Kiat: Tes yang Anda lakukan akan memandu dan melengkapi penilaian cermat dari profesional, tetapi tidak dapat menggantikannya.
Mitos 6
“Saya mengalami nyeri punggung/leher, dan saya perlu operasi”
Indikasi operasi untuk nyeri punggung dan leher sangat sedikit, dan hanya sebagian kecil orang yang membutuhkannya. Anda perlu dinilai secara rinci sebelum mempertimbangkan operasi, biasanya untuk mengurangi tekanan pada saraf (bukan iritasi saraf). Ada banyak pilihan pengobatan sederhana termasuk prosedur invasif minimal yang mungkin cocok sebelum mempertimbangkan operasi sebagai pilihan pengobatan.
Mitos 7
“Saya selalu kelebihan berat badan, bagaimana ini bisa menjadi penyebab sakit punggung saya?”
Kerangka yang disokong oleh ligamen dan otot-ototnya menopang seluruh berat tubuh Anda. Berat apa pun yang Anda bawa akan menekan cakram di tulang belakang Anda dan karenanya berkorelasi dengan rasa sakit. Selain itu, perut yang besar akan memiringkan panggul Anda ke depan sehingga membuat lengkungan tulang belakang Anda tidak normal. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit. Latihan apa pun yang Anda lakukan untuk mengurangi berat badan memiliki manfaat tambahan yaitu meningkatkan produksi endorfin (obat penghilang rasa sakit tubuh sendiri).
Kiat: Mengurangi berat badan dan mempertahankannya memiliki banyak manfaat tambahan seperti rasa sejahtera, kepercayaan diri, peningkatan daya tahan otot dan toleransi aktivitas.
Mitos 8
“Sakit punggung dan leher adalah kondisi yang sangat melumpuhkan”
Ketakutan yang berlebihan dan misinformasi yang tidak beralasan akan merusak peluang Anda dalam membantu diri sendiri. Tetap termotivasi, jalani gaya hidup sehat, pertahankan gaya hidup aktif dan pergaulan sosial. Orang yang kembali ke aktivitas rutin normal tanpa istirahat berlebihan atau berolahraga berlebihan akan lebih baik dalam jangka panjang.
Kiat: Cara Anda beradaptasi dan mengakomodasi kondisi medis Anda menentukan tingkat keparahan kecacatan.
Mitos 9
“Semua angkat beban berat yang saya lakukan dan terus saya lakukan tidak baik untuk punggung dan leher saya”
Mengangkat beban dengan lutut, bukan punggung, adalah pesan utama dalam kebersihan mengangkat beban. Ini lebih tentang cara Anda mengangkat, daripada seberapa banyak Anda mengangkat. Tentu saja, berat badan yang berlebihan berarti lebih banyak risiko sakit punggung dan leher. Memiliki bantuan, alat bantu, dan teknik mengangkat yang tepat akan menjaga kesehatan Anda.
Tip: Seringkali, kebersihan saat mengangkat beban yang buruk menjadi penyebabnya, bukan berat beban yang diangkat.
Mitos 10
“Tidak ada dokter yang dapat menemukan penyebab rasa sakitku, itu semua ada di pikiranku”
Rasa sakit itu nyata dan rasa sakit adalah apa yang kamu katakan, terlepas dari apa yang dikatakan tes dan dokter. Anda memerlukan penilaian oleh profesional yang berkualifikasi (seperti dokter spesialis nyeri, ahli reumatologi, ahli bedah saraf, ahli ortopedi). Pengalaman nyeri memiliki banyak dimensi, termasuk komponen emosional yang menguras banyak energi dan motivasi. Anda memerlukan bantuan dengan penilaian yang cermat dan bimbingan dari profesional berpengalaman untuk membimbing Anda dalam melawan nyeri.
Ringkasan: Sakit punggung dan leher merupakan tamu jangka pendek yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan kita (baik diri sendiri maupun keluarga). Bagi sebagian kecil orang yang menderita sakit kronis, banyaknya informasi yang salah berkontribusi terhadap penderitaan dan pengalaman sakit tersebut.Banyak sekali mitos yang terkumpul selama ini yang justru lebih banyak mendatangkan kerugian daripada manfaatnya untuk kondisi jangka panjang ini. Perawatan berbasis bukti berkualitas tinggi kini tersedia, banyak yang tidak memerlukan operasi. Mendapatkan bantuan dan saran yang tepat dan berkualitas dalam perjuangan Anda melawan nyeri punggung dan leher yang terus-menerus adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri.
Hubungi Kami