Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
26 Juni 2017
1. Apa itu Pankreatitis Akut?
Pankreatitis akut adalah penyakit peradangan pankreas, sebagai respons terhadap suatu zat yang mengiritasi, yang menyebabkan berbagai macam gejala. Penyakit ini biasanya menyerang individu muda di masa puncak kehidupan mereka.
2. Apa penyebab Pankreatitis Akut?
Dua penyebab umum pankreatitis adalah konsumsi alkohol dan batu empedu yang berpindah ke saluran empedu. Kemungkinan penyebab lainnya adalah hipertriglisidemia, pankreatitis autoimun, anomali perkembangan pankreas (pankreas divisum), konsumsi obat-obatan tertentu, dan trauma pada pankreas. Pada 15-20% dari semua pasien, tidak ada penyebab yang teridentifikasi, yang disebut sebagai pankreatitis idiopatik.
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pankreatitis?
Pola hidup sehat, menghindari rokok, dan membatasi konsumsi alkohol merupakan cara terpenting untuk mencegah pankreatitis. Seseorang harus mengonsumsi makanan yang seimbang, mengonsumsi antioksidan yang cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi faktor risiko lain yang dapat menyebabkan pankreatitis.
4. Apa yang harus dilakukan jika terasa nyeri?
Diagnosis pankreatitis harus dilakukan oleh dokter. Temui dokter dan sampaikan rincian nyeri, awal mula dan perjalanannya secara tepat. Berikan riwayat medis dan pribadi yang lengkap. Ikuti saran dokter mengenai pengobatan terutama yang berkaitan dengan rawat inap dan pemeriksaan penunjang.
5. Bagaimana perjalanan penyakitnya secara umum?
Pankreatitis ringan dapat sembuh dengan sendirinya dan nyeri akan mereda dalam 2-3 hari. Selama periode ini, pengobatan dan diet harus tetap dilakukan sesuai anjuran dokter. Jika tingkat keparahannya tinggi, penyakit ini menjadi tidak dapat diprediksi dan berlangsung lama. Pasien dengan penyakit parah memerlukan rawat inap dan perawatan ICU yang lebih lama. Perjalanan penyakit ditentukan oleh komplikasi dan penyembuhannya.
6. Apa yang diharapkan dalam hal perawatan dan hasil?
Pada pankreatitis ringan, sebagian besar pasien akan membaik dengan perawatan medis dan tidak akan mengalami masalah lebih lanjut. Jika penyebab yang mendasarinya, seperti alkohol atau batu empedu, teridentifikasi, maka pantang minum alkohol dan operasi pengangkatan kantong empedu harus disarankan.
Pada penyakit yang parah, komplikasi yang terjadi mungkin memerlukan beberapa prosedur, seperti intervensi endoskopi, intervensi yang dipandu oleh USG atau CT dan/atau pembedahan. Waktu dan metode intervensi merupakan hal yang penting dalam pengambilan keputusan, yang dilakukan oleh tim multidisiplin. Pasien dan keluarga harus siap menghadapi perjalanan penyakit yang berfluktuasi dalam jangka panjang, termasuk kebutuhan akan satu atau beberapa prosedur. Pasien bahkan mungkin perlu menggunakan ventilator dan dialisis. Dengan peningkatan perawatan ICU, pendekatan tim multidisiplin, dan ketersediaan metode intervensi yang canggih, 70-80% pasien dapat bertahan hidup dari penyakit yang mengerikan ini. Meskipun telah melakukan upaya terbaik, 20-30% pasien meninggal.
7. Apa kunci untuk mencapai hasil yang sukses?
Diagnosis dini dan perawatan suportif kritis adalah kunci keberhasilan pengobatan. Pasien yang menderita penyakit dengan tingkat keparahan tinggi harus diidentifikasi, dipantau secara cermat untuk mengetahui adanya komplikasi, dan intervensi yang tepat harus dilakukan pada waktu yang tepat. Tim multidisiplin yang ahli dan berpengalaman dalam menangani pankreatitis sangat penting untuk pengambilan keputusan kritis.
8. Apa efek buruk jangka panjang dari pankreatitis parah?
Pasien yang baru pulih dari pankreatitis berat akan memerlukan rehabilitasi dan dukungan nutrisi jangka panjang. Mereka mungkin mengalami diabetes saat pemeriksaan lanjutan, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan gula darah secara teratur. Pasien ini juga dapat mengalami malnutrisi akibat berkurangnya sekresi cairan pankreas. Pasien harus menjalani terapi penggantian enzim pankreas, di bawah pengawasan medis. Sekitar 10% pasien akan mengalami pankreatitis kronis saat pemeriksaan lanjutan selama 2-3 tahun.
Hubungi Kami