Beranda/Zona Kesehatan/Blog Sakra
17 Januari 2017
Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang, masing-masing berukuran sebesar kepalan tangan. Ginjal berjumlah dua dan terletak di setiap sisi tulang belakang, jauh di dalam rongga perut, di bawah tulang rusuk.
Ginjal melakukan banyak fungsi untuk menjaga kita tetap sehat.
Tugas utamanya adalah membuang racun dan kelebihan air dari darah. Mereka juga membantu mengendalikan tekanan darah, memproduksi sel darah merah, dan menjaga kesehatan tulang.
Ginjal juga mengendalikan kadar banyak mineral dan garam dalam darah, termasuk natrium dan kalium, dan membantu mengendalikan keasaman darah. Setiap hari, ginjal dengan cermat mengendalikan kadar garam dan air dalam tubuh agar tekanan darah tetap dalam kisaran normal.
Bagaimana kita menjaga ginjal kita tetap sehat?
Penyakit ginjal adalah pembunuh diam-diam, yang akan sangat memengaruhi kualitas hidup. Namun, ada beberapa cara mudah untuk mengurangi risiko terkena penyakit ginjal.
1. Tetap bugar dan aktif
Menjaga kebugaran membantu mengurangi tekanan darah dan dengan demikian mengurangi risiko Penyakit Ginjal Kronis.
2. Menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik
Sekitar setengah dari penderita diabetes mengalami kerusakan ginjal, jadi penting bagi penderita diabetes untuk melakukan tes rutin guna memeriksa fungsi ginjal mereka. Tes darah Serum kreatinin dan eGFR (estimasi laju filtrasi glomerulus) akan memberi tahu kita tentang fungsi ginjal secara keseluruhan. Adanya kelebihan protein atau albumin dalam urin juga merupakan penanda kerusakan ginjal.
Kerusakan ginjal akibat diabetes dapat dikurangi atau dicegah jika terdeteksi sejak dini. Penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali dengan bantuan dokter, dengan mengonsumsi obat secara teratur, menerapkan pola makan yang baik, dan berolahraga secara teratur.
3. Pemantauan tekanan darah secara teratur
Meskipun banyak orang mungkin menyadari bahwa tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung, hanya sedikit yang tahu bahwa itu juga merupakan penyebab paling umum kerusakan ginjal.
Tekanan darah normal adalah kurang dari 140/80 mmHg. Seseorang harus menerapkan perubahan gaya hidup dan pola makan pada tekanan darah 140/90 ke atas. Mereka harus mendiskusikan risikonya dengan dokter dan memantau tekanan darah secara teratur. Tekanan darah tinggi sangat mungkin menyebabkan kerusakan ginjal jika dikaitkan dengan faktor lain seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
4. Makan makanan sehat dan pertahankan berat badan yang optimal
Ini dapat membantu mencegah diabetes, penyakit jantung, dan kondisi lain yang terkait dengan Penyakit Ginjal Kronis.
Kurangi asupan garam. Asupan natrium yang disarankan adalah 5-6 gram garam per hari (sekitar satu sendok teh). Untuk mengurangi asupan garam, cobalah untuk membatasi jumlah makanan olahan dan makanan restoran dan jangan menambahkan garam tambahan ke dalam makanan.
5. Pertahankan asupan cairan yang cukup
Minum 2 liter air per hari sudah cukup untuk menjaga kesehatan.
Mengonsumsi cairan yang cukup akan membantu ginjal membersihkan natrium, urea, dan racun dari tubuh yang pada gilirannya akan menghasilkan "risiko yang jauh lebih rendah" untuk mengembangkan penyakit ginjal kronis. Namun, "pemasukan cairan secara agresif", yang dapat menyebabkan efek samping, tidak disarankan. Penting untuk diingat bahwa tingkat asupan cairan yang tepat untuk setiap individu bergantung pada banyak faktor termasuk jenis kelamin, olahraga, iklim, kondisi kesehatan, kehamilan, dan menyusui. Selain itu, orang yang telah memiliki batu ginjal disarankan untuk minum 2 hingga 3 liter air setiap hari untuk mengurangi risiko pembentukan batu baru.
6. Jangan merokok
Merokok mempercepat proses aterosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah dan dengan demikian memperlambat aliran darah ke ginjal. Ketika darah yang mencapai ginjal berkurang, hal itu mengganggu kemampuan ginjal untuk berfungsi dengan baik. Merokok juga meningkatkan risiko kanker ginjal sekitar 50 persen.
7. Jangan mengonsumsi obat pereda nyeri/obat bebas secara rutin
Obat pereda nyeri umum yang juga disebut obat antiinflamasi nonsteroid seperti brufen, combiflam, dan voveran diketahui menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi secara teratur.
Obat-obatan semacam itu mungkin tidak menimbulkan bahaya yang signifikan jika ginjal relatif sehat dan hanya digunakan dalam keadaan darurat. Namun, dalam situasi nyeri kronis seperti radang sendi atau sakit punggung, seseorang harus berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan cara mengendalikan nyeri tanpa membahayakan ginjal.
8. Orang dengan 'risiko tinggi' - Periksakan fungsi ginjal Anda
Mereka yang menderita diabetes
Mereka yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi
Mereka yang obesitas
Jika salah satu orang tua atau anggota keluarga lainnya menderita penyakit ginjal
Mereka yang berasal dari Asia, Afrika atau Aborigin
Hubungi Kami